ditelan malam yang telah berganti,
aku tertidur, mataku terantuk, melepas lelah dan keletihan,
setelah seharian aku bekerja dan merawat dua permataku,
tumpuan kasih sayangku,
pelipur lara di kala sedih dan duka,
penghibur ketika letih dan lelah menerpaku,
permataku yang satu tertidur dengan pulasnya,
sesekali bibirnya tersenyum,
menampakkan kegembiraan dan keceriaan,
permataku yang lain ada dalam dekapanku,
si kecil mungil yang sedang menapak melangkah,
sembari kupeluk, ia terasa hangat pada tubuhku,
kadang aku terjaga, terbangun, terhenyap,
'tuk menengok si kecil dan menatap permataku yang lain,
mereka masih tertidur pulas,
akupun kembali tertidur, sambil mendekap si kecil,
sambil tanganku yang lain berusaha memeluk yang lain,
Tak lama si kecil meronta, menggeliat,
aku pun terbangun,
kutepuk badannya, kubelai rambutnya,
ia tertidur kembali, tidak terjaga, kembali pulas,
aku pun tertidur lagi, tak kuat menahan kantukku,
sementara permataku yang lainnya tak peduli oleh tangisan,
ia sedang terbuai mimpi,
mungkin ia sedang bermimpi bertemu tumpuan kasih sayangnya,
yang sedang berada jauh nun di sana?
yang senantiasa ia tanyakan padaku
?kapan Ayah pulang, Ibu?.?
pertanyaan yang belum bisa aku jawab,
karena itupun sering aku tanyakan pada diriku sendiri,
hanya aku dan dua permataku di samping kiri kananku,
hanya sesekali terdengar suara jangkrik,
gemerisik pepohonan diterpa angin malam,
dan remang cahaya rembulan yang menembus bilikku,
Si kecil kembali meronta, menggeliat, lalu menangis,
ia menangis keras, keras sekali,
aku tepuk badannya, ia tetap menangis,
wah, badannya basah, tak tahan dia, tidur tak nyaman,
kantukku aku tahan, walau hampir tak tertahan,
kubersihkan badannya, kuganti popoknya,
kembali ia kutepuk, kususui, kugendong,
tangisnya pun mereda,
sambil kusenandungkan alunan shalawat,
ia kembali tertidur,
aku rebahkan ia di sampingku,
aku pun tertidur pula,
tidurnya yang pulas tidak terganggu sedikitpun,
mungkin ia masih terbuai mimpi
karena nampak olehku bibirnya kadang tersenyum,
mungkin bermimpi bertemu dengan tumpuan kasih sayangnya yang selalu dia tanyakan padaku,
Tiba-tiba aku terbangun, terperanjat,
oh, aku belum menyiapkan bahan untuk besok aku mengajar,
menyampaikan ilmuku pada murid-muridku,
dan bertumpuk pekerjaan yang harus aku tuntaskan,
akupun kembali bangkit dari pembaringanku,
segera kuambil buku-buku, pena, kertas, dan catatan-catatan,
kubaca di tengah kantukku,
sesekali aku terlelap, namun aku kembali terjaga,
kubuka lagi buku-buku, kubaca, dan kutulis,
alhamdulillah, akhirnya aku tuntaskan tugasku,
kuhadapkan wajahku pada Illahi,
kuberdo\'a untuk anakku yang sedang terlelap pulas,
kuberdo\'a pula bagi suamiku yang sedang merantau,
yang tengah berjuang menuntaskan tugas menuntut ilmu,
anganku pun melayang jauh,
tak terasa air mata membasahi pipiku,
aku sedang berjuang seorang diri \'tuk membesarkan si kecil,
sementara suamiku tidak ada di sampingku,
Tiba-tiba aku teringat,
surat terakhir suamiku belum sempat aku balas,
kuambil surat itu, dan kembali aku baca,
aku termangu, tertegun, dan tersenyum haru, membaca sebait kalimat yang ditulis suamiku,
"Istriku, Ummu Husna, suamimu merasa bahagia dan terharu, karena engkau sedang berjuang sendiri \'tuk merawat dan mendidik dua permata kita dengan penuh kesabaran. Semoga pengorbananmu mendapat pahala dari Alloh SWT. Aku meridhoimu atas segala jerih payahmu untuk mencurahkan perhatian pada anak kita. Aku pun sangat merindukannya, dan ingin kembali bersamamu menyertai dan mendidiknya. Aku selalu berdo\'a untukmu, agar senantiasa engkau digolongkan dalam barisan wanita-wanita sholehah, istri sholehah..."
inilah dambaan setiap wanita muslimah,
aku telah dido\'akan suamiku. Oh, betapa bahagianya,
rasa lelahku, rasa letihku, kepenatanku,
terasa terobati, hilang, tenggelam, lenyap, dalam kebahagiaanku,
karena aku mendapat ridho suamiku,
yang senantiasa berdo'a untukku,
agar aku tergolong wanita sholehah,
baktiku pada suamiku, telah diterimanya dengan ikhlas,
Namun, aku merasakan beban ini,
terasa begitu berat tanggung jawab ini,
menjaga, merawat, mendidik dan mencurahkan kasih sayang pada
kedua permataku,
sebagai amanah suamiku, tanggung jawabku,
bukanlah perkara yang mudah bagiku,
mampukah aku melaksanakan amanah ini?
aku pun meneteskan air mata,
Namun, dalam hatiku aku pun berjanji,
walau badanku yang mulas mengurus lusuh,
walau mataku yang mulai sayu menahan letih,
walau guratan kelelahan dan kepenatan mulai menghiasi wajahku,
walau segala cabaran dan halangan \'kan menghadang,
aku \'kan berusaha dapat melaksanakan amanah ini,
dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan,
aku pun mulai menulis surat,
aku bercerita tentang kedua permataku,
kuceritakan permataku yang satu sudah mulai pandai membaca, menulis, menggambar, dan menyanyi
kusampaikan tentang pertanyaan yang selalu dia tanyakan padaku tentang tumpuan kasih sayangnya,
sementara si kecil semakin bertampah lucu,
yang kian tumbuh sehat dan cergas dengan bergeraknya waktu,
yang mulai merangkak, berdiri dan berjalan,
yang suka meronta-ronta dan menggapai sesuatu untuk mencari tahu,
Akhirnya, aku tuliskan do'a untuk suamiku dalam akhir bait suratku,
sambil tak terasa air mata membasahi pipiku,
"Suamiku, Abu Hanifah, semoga engkau senantiasa dalam perlindungan Alloh SWT. Semoga pula segala urusanmu selalu dimudahkan-Nya. Aku meridhoi kepergianmu dalam menuntut ilmu dan berjuang demi masa depan kita. Aku pun ikhlas menerima amanah darimu, 'tuk merawat dan mendidik kedua permata kita, sementara engkau tidak di sampingku. Semoga engkau cepat kembali, 'tuk bersama kembali mendidik dan membesarkan anak kita. Do'aku senantiasa menyertaimu..."
Surat untuk suamiku telah aku tulis,
'tak terasa, akupun terlelap kembali,
dengan secarik kertas bertuliskan surat untuk suamiku sebagai alas,
akupun kembali tertidur pulas,
namun, dalam tidurku ini, aku merasa begitu bahagia,
rasa lelah dan penatku tak terasakan kembali,
semangatku kembali hadir dalam dadaku,
'tuk kembali menyongsong hari esok,
kembali berjuang, bekerja, mendidik dan merawat kedua permataku,
seraya menanti kembali perjumpaanku dengan suamiku,
menunggu hari demi hari yang masih panjang,
'tuk kembali berkumpul dan bersama,
menyertai langkah-langkah kehidupan kedua permata hatiku,
CINTA
Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur ?
Ketika kita menangis ?
Ketika kita membayangkan ?
Ini karena hal indah di dunia tidak terlihat.
Ketika kita menemukan seseorang yang keunikkannya sejalan dengan kita, kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam sesuatu Keanehan yang serupa yang dinamakan cinta
Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan,
Seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
Tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
Melainkan awal suatu kehidupan baru, kebahagiaan ada
Untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang telah dan tengah mencari, mereka yang telah mencoba.
Karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.
Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikkan air mata dan Masih peduli terhadapnya,
Adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum dan berkata “aku turut berbahagia untukmu”
Apabila cinta tidak bertemu, bebaskan dirimu,
Biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi,
Kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan cinta
Dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati kamu
Tidak perlu mati bersama cinta itu.
Orang yang bahagia bukanlah orang yang selalu mendapatkan keinginannya, melainkan mereka yang tetap Bangkit Ketika mereka jatuh entah bagaimana dalam pelajaran Kehidupan,
Kamu belajar tidak lebih banyak tentang dirimu sendiri dan Menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada, cintamu akan tetap dihatinya, Sebagai penghargaan abadi atas pilihan-pilihan hidup yang telah kau buat
Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata “aku lupa …”
Menunggu selamanya ketika kamu berkata “tunggu sebentar”
tetap tinggal ketika kamu berkata “tinggalkan aku sendiri”
Membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan belum
Berkata “bolehkah saya masuk ?”
Mencintai juga bukanlah bagaimana kamu melupakan dia Bila ia berbuat kesalahan, melainkan bagaimana kamu Memaafkan.
Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan Bagaimana kamu mengerti,
Bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasa, Bukanlah bagaimana kamu melepaskan, melainkan bagaimana Kamu bertahan.
Lebih menyakitkan menangis di dalam diri dari pada Menangis tersedu atau mengadu, air mata yang keluar dapat Dihapus,
Sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka di Hatimu yang tidak Akan pernah hilang
Sayang dalam cinta, kita sangat jarang peduli, tapi Ketika cinta itu tulus, meskipun engkau acuhkan, cinta tetap mulia,
Dan
Kamu seharusnya berbahagia, hatimu dapat mencintai Seseorang yang kau sayang.
Mungkin akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti Mencintai Kita melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan Lebih Berbahagia apabila kita melepaskannya.
Namun bila pun kau benar-benar mencintai seseorang jangan Lepaskan dia,
Bila dia tak membalasmu, barangkali dia tengah ragu dan Mencari,
Jangan percaya bahwa melepaskan berarti kamu benar-benar Mencintai tanpa suatu balasan,
Mengapa tidak berjuang demi cintamu ?
Mungkin itulah cinta sejatimu.
Kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah
Orang yang tak pernah menyatakan cinta padamu, karena Takut kau
Berpaling dan memberi jarak, dan bila ia suatu saat pergi, kau akan menyadari ia adalah cinta yang tak kau sadari.
Jika Aku Jatuh Cinta
Ya Allah, jika aku jatuh cinta,cintakanlah aku pada seseorang yang
melabuhkan cintanya pada-Mu,agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,jagalah cintaku padanya agar tidak
melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah, jika aku jatuh hati,izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada-Mu,agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.
Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,jagalah hatiku padanya agar tidak
berpaling dari hati-Mu.
Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,rindukanlah aku pada seseorang yang
merindui syahid di jalan-Mu.
Ya Allah, jika aku rindu,jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku
merindukan syurga-Mu.
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,janganlah kenikmatan itu melebihi
kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.
Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan
rindu abadi hanya kepada-Mu.
Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta
pada-Mu,telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-MU,telah berpadu dalam membela syariat-Mu.Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.
Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan
Nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan
keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.
Kasih,
Telahkah gelombang membuat pasakmu gamang,
hingga bahumu urung terkayuh ?
Mungkinkah badai sudah menyurutkan nyali para tali,
Hingga layarmu sukar terkibar ?
Bila begitu,
Pantai masih dekat untuk ditambat.
Kasih,
Apakah lembah terlalu gundah bila dijamah dan pucuk terlalu angkuh bila ditekuk?
Pun bukit semakin sulit dipeluk,
Dan gunung masih terlalu agung untuk ditakluk ?
Kasih,
Apakah angin telah menerbangkan angan,
Hingga derap sayapmu tiada pernah terucap?
Pun awan telah menebar ancaman akan datangnya hujan,
Dan haluanmu telah berubah menjadi buritan ?
Kasih,
Tetap ku tegak menyimak setiap detak,
Menatap harap derapmu kembali,
Walau daunku makin layu tertiup waktu
PUISI CINTA KENANGAN BERSAMA.
Pada sekuntum mawar yang mekar
dan air sungai yang mengalir
disitu ku lihat
terukir wajah mu
dan tertulis....
kesah cinta kita berdua.
Sebuah nostalgia yang lalu
tidak mudah untuk ku lupakan
dan maseh ku simpan erat-erat
didalam sebuah potret
wajah kita bersama.
KATA-KATA BIJAK
Mulailah sekarang...
mulailah di mana kita berada sekarang dengan apa adanya.
Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai,
tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya.
Perkawinan memang memiliki banyak kesusahan,
tetapi kehidupan lajang tidak memiliki kesenangan.
Buka mata kita lebar-lebar sebelum menikah,
dan biarkan mata kita setengah terpejam sesudahnya.
Menikahi wanita atau pria karena kecantikannya atau ketampanannya
sama seperti membeli rumah karena lapisan catnya.
Harta milik yang paling berharga bagi seorang pria di dunia ini adalah ..
hati seorang wanita.
Begitu juga Persahabatan, persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga
Persahabatan sejati layaknya kesehatan,
nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya.
Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu
dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya.
Sahabat adalah tangan Tuhan untuk menjaga Kita.
Rasa hormat tidak selalu membawa kepada persahabatan,
tapi jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain...
tapi menyesal-lah jika orang itu menyesal bertemu dengan kita.
Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran.
Dialah hiasan dikala kita senang dan perisai diwaktu kita susah.
Namun kita tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.
Karena semua manusia itu baik kalau kita bisa melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan kalau kita tidak bisa melihat keduanya.
Begitu juga Kebijakan, Kebijakan itu seperti cairan, kegunaannya terletak pada penerapan yang benar, orang pintar bisa gagal karena ia memikirkan terlalu banyak hal, sedangkan orang bodoh sering kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat.
Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran kita saja, tetapi juga berdasarkan pada perasaan dan fakta.
Tak seorang pun sempurna. Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.
Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah.
Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan kita adalah perkara kecil berbanding dengan apa yang berada di dalam kita. Kita tak bisa mengubah masa lalu.... tetapi dapat menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan masa depan.
Bila Kita mengisi hati kita ... dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan, kita tak memiliki hari ini untuk kita syukuri.
Jika kita berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan dan hari esok tanpa rasa takut, berarti kita sudah berada dijalan yang benar menuju sukses.
Jangan putus asa , tidak semua orang menilai manusia dari fisiknya.. DONT JUDGE THE BOOK BY THE COVER .. (Jangan menghukum buku karenadia meninggalkan koper). Jangan salahkan diri anda kalau anda jelek, salahkanlah orangtuaanda, karena jelek itu keturunan .. LIKE FATHER LIKE SON (Sukabapaknya, suka juga sama anaknya).
Perbaiki inner beauty anda, itu kalau anda merasa sisi luar andaudah ancur ga ketolong lagi .. THE BEAUTY IS UNDER THE SKIN (Jadi cakepkalo udah ganti kulit) Jgn sakit ati kalo dikatain jelek,cuek aja, pokoknya kafilahm'gonggong [censored] tetap berlalu .. NO GAIN WITHOUT PAIN (Ga dapetduit kalo ngga kesakitan dulu...kaya kuda lumping). Jadilah diri anda anda sendiri, kalau anda jelek syukurilahkejelekan anda .. JUST BEE YOURSELF (Kesengat tawon, itulah kamu (mukakamu)).
Kalau orang lain menilai anda jelek, jangan skeptis, penilaianmanusia tidak selalu benar ... THE TRUTH IS OUT THERE (Yang bener bolehkeluar). Cakep-jelek itu tergantung lingkungan, misalnya anda disini jelektapi di Afrika bisa paling ganteng .. THE RIGHT MAN IN THE WRONG PLACE(Orang disebelah kanan, salah tempat, harusnya disebelah kiri).
Cinta tidak memandang cakep atau jelek, gak percaya? Tanyakan halini sama orang jelek .. LOVE IS BLIND (Pacarilah orang buta)
Karena Ku Sayang Kamu
Seandainya, kau ada disini denganku
Mungkin ku tak sendiri
Bayanganmu, yang selalu menemaniku
Hiasi malam sepiku
Kuingin bersama dirimu
Ku tak akan pernah, berpaling darimu
Walau kini, kau jauh dariku
Kan slalu kunanti
Karna ku sayang kamu
Hati ini, selalu memanggil namamu
Dengarlah melatiku
Ku berjanji, hanyalah untukmu cintaku
Takkan pernah ada yg lain
Adakah rindu di hatimu
Seperti rindu yang kurasa
Sanggupkah kuterus terlena
Tanpamu disisiku, ku kan slalu menantimu
Seandainya, kau ada disini denganku
Mungkin ku tak sendiri
Bayanganmu, yang selalu menemaniku
Hiasi malam sepiku
Kuingin bersama dirimu
Ku tak akan pernah, berpaling darimu
Walau kini, kau jauh dariku
Kan slalu kunanti
Karna ku sayang kamu
kata-kata ini husus bagi orang yg sedang mengalami indahnya cinta sejati,karena cinta sejati sesungguhnya takan berhianat........he..he.....